PERJALANAN KEBIJAKAN MONETER
hello guys, ini ada sedikit cerita tentang perjalan kebijakan moneter di indonesia, ini salah satu tugas dari kampus gua, yaitu tugas ekonomi moneter. thank you:):)
PERJALANAN
KEBIJAKAN MONETER INDONESIA
Proses
menata dan mengatur persedian uang negara untuk mendapatkan tujuan tertentu
disebut dengan kebijakan moneter. Tujuan dari kebijakan
moneter adalah untuk mendapatkan serta memelihara kestabilan nilai rupiah. hal
tersebut dilakukan oleh Bank Indonesia. Maksud dari kestabilan nilai rupiah
merupakan stabilnya harga-harga baik itu harga barang ataupun jasa yang
terlihat pada inflasi.
Pada masa demokrasi
terpimpin tahun 1945-1950 yaitu sejak awal Indonesia merdeka, Indonesia sudah
mengalami inflasi atau yang kita kenal dengan kenaikan harga barang yang sangat
meningkat karena tidak terkendalinya kondisi pada mata uang negara. Faktor
utama yang menyebabkan kondisi mata uang tidak terkendali disebabkan belum
adanya uang tunggal yang berlaku. pada saat itu terdapatnya tiga mata uang yang
digunakan, sehingga mengakibatkan jumlah uang yang ada menjadi banyak dan
menyebabkan inflasi. Sedangkan pada masa demokrasi liberal tahun 1950-1957
ekonomi akhirnya diserahkan kepada rakyat yang belum lama merdeka dan
ekonominya yang masih lemah. Bahkan usaha kecil rata-rata mati disebabkan tidak
mampunya bersaing.
Di tahun
selanjutnya yaitu pada masa demokrasi terpimpin tahun 1959-1967 inflasi terus
terjadi sampai masa demokrasi terpimpin. Berbagai upaya tetap dilakukan untuk
menekan inflasi namun belum juga berhasil, sejak adanya dekrit presiden 5 juli
1959. Upaya yang dilakukan adalah devaluasi nilai rupiah. Devaluasi merupakan
penurunan pada nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing. Hal lain, pemerintah juga membuat kebijakan
upaya pemberantasan daya beli masyarakat, dengan cara memotong nilai uang tanpa
harus menurunkan harga komoditas yang ada di pasar.
Ekonomi di Indonesia mengalami krisis ekonomi di tahun 1997 yang dimana pada
saat itu dipegang oleh Soeharto yang memimpin sebagai jabatan tertinggi negara,
hal tersebut menjadi sesuatu hal yang tak terlupakan bagi seluruh masyarakat di
Indonesia. Untuk mampu menghadapi krisis global struktur ekonomi Indonesia saat
itu masih lemah. Dampak yang ditimbulkan adalah kurs rupiah terhadap dollar AS
melemah pada tanggal 1 agustus 1997, pemerintah telah melikuidasi 16 bank
bermasalah di akhir tahun 1997, lalu pemerintah membentuk Badan Penyehatan
Perbankan Nasional yang dimana badan tersebutlah yang mengawasi 40 bank
bermasalah lainnya dan mengeluarkan Kredit Likuditas Bank Indonesia untuk
membantu bank-bank yang telah bermasalah itu. hal itu menjadi suatu peristiwa
yang sangat mencekam perekonomian yang ada di Indonesia. Ini menjadikan suatu
kejadian yang sangat terberat dalam suatu perjalanan negara Indonesia
Krisis yang ditandai dengan menurunnya
tingkat rupiah pada bulan juli dan agustus tahun 1997,
krisis ditandai dengan nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dollar Amerika
Serikat. Dari Rp. 2.575, menjadi Rp. 2.630 nilai tukar rupiah meningkat yang
tercatat pada 1 agustus 1997. Nilai tukar rupiah terhadap dollar mencapai Rp.
5.000 per dollar pada bulan desember 1997 bahkan mencapai Rp. 16.000 pada sekitaran bulan maret 1997. Semakin
melemahnya nilai tukar rupiah pertumbuhan ekonomi di Indonesia menjadi 0%
sebagai penyebab lemahnya iklim bisnis.
Pada bulan februari 1998 Indonesia
tercatat memiliki utang luar negeri yang sangat besar nilainya. Dengan
tercatatnya Indonesia dikarenakan memiliki utang luar negeri yang sangat tinggi
menyebabkan perdagangan luar negeri semakin sulit dikarenakan barang dari luar
negeri menjadi sangat mahal harganya. Hal ini akibat dari masyarakat yang membeli dollar sehingga mendorong
terjadinya penurunan. Permintaan akan dollar menjadi meningkat sehingga
menyebabkan semakin melemahnya nilai rupiah terhadap dollar
Pada masa demokrasi
pancasila kebijakan moneter dilakukan oleh pemerintah Indonesia dengan
meningkatkan cadangan wajib minimum menjadi 5% yang sebelumnya hanya 3%, dengan
adanya peningkatan cadangan minimum porsi tabungan yang dapat dipinjam
masyarakat menjadi berkurang. Dengan meningkatnya cadangan wajib minimum
membuat lambatnya laju inflasi hal tersebut dapat menyebabkan jumlah uang beredar
mulai dapat berkukang.
Pada masa
pemerintahan SBY kondisi perekonomian di Indonesia mengalami perkembangan yang
sangat baik. Di tahun 2010 pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan
yang sangat pesat, seiringan dengan pemulihan ekonomi dunia pasca krisis global
yang sudah terjadi ditahun 2008 hingga 2009. Hal ini dapat dilihat dari
mampunya perekonomian Indonesia bertahan dari ancaman pengaruh krisis ekonomi
dan financial yang telah terjadi di Eropa. Bertambah baiknya kinerja
perekonomian Indonesia , tetapi tetap harus disesuaikan dengan kondisi pada
global yang bergejolak. Pemerintah RI yaitu SBY telah berhasil mendobrak dan
menjadi kataris terhadap kebuntuan hal tersebut. Kemiskinan dan korupsi masih
tetap menjadi masalah di negara Indonesia. Tetapi setelah beberapa tahun berada
dalam kepemimpinan SBY , ia telah berhasil menciptakan kestabilan politik
maupun ekonomi di Indonesia. Kebijakan yang dilakukan oleh SBY adalah dengan
mengurangi subsidi negara Indonesia, atau menaikkan harga BBM , kebijakan
menyalurkan bantuan dana BOS kepada sarana pendidikan, serta kebijakan bantuan
langsung uang tunai kepada rakyat miskin kepada masyarakat yang
membutuhkan.akan tetapi dalam pemerintahan SBY juga sempat mengalami masalah
dalam kasus Bank Century yang sampai sat ini belum selesai bahkan sampai
mengeluarkan biaya sebesar 93 miliar. Bank Indonesia membuat perkiraan terhadap
pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai 5,5% sampai 6% di tahun 2010 dan
meningkat ditahun 2011 menjadi 6% sampai 6,5%.


Komentar
Posting Komentar